pancamerdeka.com – Presiden Prabowo tiba di Amerika Serikat pada Selasa (17/2/2026) pukul 11.55 waktu setempat dengan membawa agenda penguatan investasi dan ekspansi pasar. Kunjungan ini menempatkan diplomasi ekonomi sebagai prioritas, termasuk pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta forum bisnis Indonesia–Amerika. Presiden Prabowo Amerika menjadi momentum penting dalam mendorong arus investasi yang lebih terarah dan strategis.
Pesawat Garuda Indonesia-1 mendarat di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, setelah lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada Senin (16/02/2026). Presiden didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Rombongan terbatas disiapkan untuk memastikan fokus pada agenda utama.
Sekretaris Kabinet Teddy menjelaskan bahwa Presiden Prabowo diagendakan melakukan pertemuan bilateral dengan Donald Trump. Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat, termasuk kerja sama strategis di bidang ekonomi dan perdagangan.
“Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah aktif diplomasi langsung Presiden Prabowo untuk meningkatkan rantai ekonomi serta produktivitas industri dalam negeri,” ujar Teddy.
Forum Bisnis dan Ekspansi Pasar Indonesia–Amerika
Selain pertemuan bilateral, agenda Presiden Prabowo Amerika juga mencakup pertemuan dengan pemimpin bisnis dan investor Amerika Serikat. Forum tersebut menjadi bagian dari rangkaian penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang dijadwalkan sekitar 19 Februari 2026.
Berdasarkan keterangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pelaku usaha kedua negara akan bertemu untuk membahas peluang kerja sama konkret. Pemerintah menargetkan peningkatan investasi langsung asing, khususnya pada sektor prioritas pembangunan nasional.
Di sisi lain, konsolidasi strategi telah dilakukan sebelum keberangkatan. Presiden memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi di Hambalang pada Minggu (15/2/2026) untuk menyamakan posisi kebijakan serta memperkuat strategi negosiasi.
Investasi, Energi, dan Rantai Pasok Global
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa kerja sama energi terbarukan turut menjadi bagian pembahasan. Pengembangan panas bumi, tenaga surya, dan hidrogen hijau dipandang memiliki potensi investasi jangka panjang.
Pada Juli 2025, Indonesia dan Amerika telah mencapai kesepakatan kerangka kerja untuk memulai negosiasi perdagangan timbal balik. Pada September 2025, Amerika memperpanjang kerja sama pembangunan bilateral hingga September 2026 dengan tambahan komitmen USAID sebesar 150 juta dolar AS.
Artinya, penguatan investasi yang dibahas Presiden Prabowo Amerika tidak berdiri sendiri. Agenda tersebut berada dalam kesinambungan hubungan ekonomi kedua negara yang telah berkembang dalam dua tahun terakhir.
Di waktu yang sama, diplomasi investasi diarahkan untuk memperluas akses pasar dan memperkuat kontribusi Indonesia dalam rantai pasok global. Pemerintah menempatkan kunjungan ini sebagai bagian dari strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui kemitraan internasional.




