PancaMerdeka.com — Pasukan militer Iran melepaskan rentetan serangan rudal ke wilayah utara Israel yang menandai runtuhnya komitmen gencatan senjata regional sejak April lalu pada Minggu 7 Juni 2026. Peristiwa ini memicu kekhawatiran global akan masa depan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Sistem pertahanan udara Israel langsung diaktifkan untuk mencegat mayoritas proyektil yang jatuh di area terbuka. Langkah pertahanan ini berhasil mencegah timbulnya korban jiwa di pemukiman warga sipil.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memberikan penjelasan resmi melalui unggahan di platform media sosial X mengenai runtuhnya perjanjian damai tersebut. “Aktivitas militer di Lebanon dan blokade AS yang terus berlanjut membuat pangkalan dan aset Amerika serta rezim di kawasan tersebut menjadi sasaran yang sah,” tulisnya pada Minggu 7 Juni 2026.
Angkatan Udara Israel merespons ofensif tersebut dengan meluncurkan operasi udara ke target militer di wilayah barat dan tengah Iran pada Senin 8 Juni 2026 pagi. Sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di pusat kota.
Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa kepulan asap dan suara ledakan terdeteksi di kota Teheran, Tabriz, serta Isfahan. Meskipun situasi memanas, otoritas setempat mengimbau warga untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi keselamatan.
Pihak Pasukan Pertahanan Israel juga merilis pernyataan resmi mengenai target operasi udara yang mereka jalankan di wilayah musuh. “Beberapa waktu yang lalu, Angkatan Udara Israel menyerang sasaran militer milik rezim teror Iran di Iran barat dan tengah,” tulis militer Israel di Telegram pada Senin 8 Juni 2026.
Dunia internasional kini mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri guna menghindari jatuhnya korban jiwa dari kelompok masyarakat rentan. Blokade laut dan pergerakan militer lintas batas diharapkan dapat segera diredam lewat jalur diplomasi.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban meninggal dunia dari serangan udara beruntun di kedua negara. Upaya komunikasi politik di tingkat global terus diupayakan demi mengembalikan stabilitas perdamaian kawasan ***




