pancamerdeka.com — Pemerintah menegaskan komitmennya untuk melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah sebagai bagian dari upaya menjaga konsistensi pemenuhan gizi anak secara nasional.
Sorotan terhadap kebijakan ini datang dari Center of Economic and Law Studies (Celios). Pengamat ekonomi Nailul Huda menilai anggaran MBG selama libur sekolah, yang disebut mencapai Rp7,9 triliun, seharusnya dapat dipertimbangkan ulang di tengah kebutuhan penanganan bencana di Sumatera.
“Ketika MBG ini masih berjalan, uang pajak masyarakat tidak digunakan dengan baik dan benar,” kata Nailul Huda, Senin (29/12/2025).
Menanggapi hal itu, Badan Gizi Nasional menekankan bahwa MBG merupakan program jangka panjang yang menuntut keberlanjutan. Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menyatakan bahwa pemberian makanan bergizi tidak dapat dihentikan hanya karena libur akademik.
“Prinsipnya memberikan makanan bergizi itu harus konsisten. Program ini sudah berjalan, dan sejak Januari sudah genap satu tahun,” ujar Nanik dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Jumat (26/12/2025).
Menurut Nanik, mekanisme penyaluran selama libur sekolah bersifat fleksibel dan tidak memaksa. Anak-anak dapat mengambil makanan sesuai kebutuhan, tanpa kewajiban kehadiran di sekolah.
Dari sisi anggaran, pemerintah menegaskan bahwa pendanaan MBG tidak mengganggu respons kebencanaan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut negara telah mengalokasikan dana bencana sebesar Rp60 triliun.
“Uangnya sudah cukup, Rp60 triliun kita sediakan,” kata Purbaya di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12/2025).
Ia menjelaskan, kebutuhan pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara saat ini berada di kisaran Rp51 triliun. Pemerintah memastikan kedua agenda—pemenuhan gizi anak dan penanganan bencana—berjalan beriringan melalui skema anggaran yang terpisah.***




