Inisiatif Positif Bakom RI Rangkul Media Baru Demi Literasi Digital

Kepala Bakom M Qodari

pancamerdeka.com — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menghadirkan terobosan inspiratif dengan merangkul komunitas media baru sebagai mitra strategis dalam membangun narasi positif bangsa.

Langkah ini diambil untuk menyatukan visi dalam mengelola potensi besar media sosial yang kini menjadi sumber informasi utama bagi jutaan masyarakat di seluruh penjuru Indonesia.

Dalam keterangannya pada Rabu, 6 Mei 2026, Qodari menekankan pentingnya silaturahmi untuk membangun standar kualitas yang lebih elegan dan bermartabat di ruang digital nasional.

Pemerintah melihat kehadiran para kreator konten dan pengelola media baru sebagai aset berharga yang mampu menyebarkan semangat optimisme melalui jangkauan miliaran tayangan tiap bulan.

Kemitraan ini diharapkan menjadi ruang bertumbuh bersama bagi ekosistem media digital agar semakin profesional dalam menyajikan informasi yang bermanfaat dan menginspirasi publik.

Qodari menjelaskan bahwa merangkul media baru merupakan strategi untuk memberikan dukungan edukatif agar produk informasi yang dihasilkan memiliki kualitas standar jurnalisme yang mumpuni.

Bakom mengedepankan pendekatan inklusif untuk membuka saluran komunikasi bagi media yang selama ini bergerak secara mandiri di berbagai platform populer seperti Instagram dan TikTok.

Baca Juga :  Wujudkan Keadilan Gizi, BGN Jajaki Program Makan Bergizi Gratis di Arab Saudi

“Kalau silaturahmi kan nanti poin-poin masukan, saran, itu bisa tersampaikan dengan baik,” ujar Muhammad Qodari saat menjelaskan visi kolaborasi pada Kamis, 7 Mei 2026.

Semangat kebersamaan ini diharapkan mampu menciptakan harmonisasi antara program-program pemerintah dan kebutuhan informasi masyarakat yang dinamis di era transformasi digital saat ini.

Langkah progresif Bakom mendapatkan apresiasi dari legislator yang memandang upaya ini sebagai bentuk pengakuan negara terhadap peran krusial media baru dalam opini publik.

Kolaborasi ini dipandang sebagai pintu masuk untuk mendorong transformasi para pengelola media digital menjadi lebih profesional dan memiliki akuntabilitas yang semakin kuat.

Meskipun terdapat dinamika di masa transisi, fokus utama tetap tertuju pada upaya kolektif meningkatkan literasi digital dan menjaga ruang siber agar tetap produktif bagi masyarakat.

Dukungan terus mengalir agar kolaborasi ini melahirkan standar baru dalam komunikasi publik yang lebih segar, transparan, dan mampu menjangkau aspirasi generasi masa depan. ***