Gunung Padang dan Upaya Indonesia Membaca Ulang Jejak Peradaban

Lanskap situs Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat. (Istimewa)

pancamerdeka.com — Pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada 11 Februari 2025 mengenai posisi Gunung Padang sebagai salah satu peradaban tertua menghidupkan kembali diskursus tentang sejarah awal Asia Tenggara. “Sudah jelas ini man-made,” ujarnya.

Kementerian menindaklanjuti pernyataan tersebut dengan riset yang lebih sistematis. Pada 20 Oktober 2025, Ketua Tim Peneliti Ali Akbar melaporkan temuan bahan karbon pada tiap teras yang sedang diuji laboratorium. Penggalian sejak Februari 2025 dilakukan bersamaan dengan penataan lereng rawan longsor.

Dalam lanskap global, klaim usia situs purba memang kerap menimbulkan perdebatan, sebagaimana terjadi di Turki, Jepang, atau Bolivia. Indonesia menghadapi dilema serupa: menyeimbangkan kebanggaan dengan disiplin ilmiah. Jurnal Archaeological Prospection pada 2024 menarik makalah terkait penanggalan tanah, sementara ahli lokal seperti Lutfi Yondri menegaskan usia 117 SM–45 SM.

Fadli menilai riset ini strategis untuk membaca kembali posisi Indonesia dalam peta peradaban. “Kita tidak punya cetak biru, tapi rahasianya akan terungkap,” katanya (8/10/2025). Indonesia kini berada pada momentum penting menata narasi sejarahnya secara ilmiah namun tetap percaya diri. (*)

Baca Juga :  KPK Tetapkan Bupati Bekasi Tersangka Ijon Proyek Rp14,2 Miliar