pancamerdeka.com – Direktur BEI Iman Rachman resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia pada Jumat (30/1/2026). Pengunduran diri ini terjadi di tengah tekanan pasar modal dalam dua hari terakhir, namun BEI memastikan roda organisasi tetap berjalan normal. Manajemen menegaskan proses transisi kepemimpinan akan mengikuti Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga perseroan.
Kepastian Mekanisme Pasca Mundurnya Direktur BEI
Pengunduran diri Direktur BEI tidak menghentikan operasional Bursa Efek Indonesia. Dalam pernyataan terbuka, manajemen memastikan bahwa seluruh proses administrasi dan pengambilan keputusan akan tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Direktur BEI menegaskan bahwa struktur tata kelola telah disiapkan untuk menghadapi situasi transisi. Penunjukan Pelaksana Tugas Direktur Utama menjadi langkah awal guna menjaga kesinambungan kepemimpinan dan stabilitas pengelolaan bursa.
Langkah ini dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada pelaku pasar bahwa tidak ada kekosongan kendali di tengah dinamika pasar yang sedang berlangsung.
Penunjukan Plt Sesuai AD/ART
Dalam keterangannya, Direktur BEI menyampaikan bahwa penunjukan Pelaksana Tugas Direktur Utama akan dilakukan berdasarkan aturan internal. Proses tersebut mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang telah disepakati pemegang saham.
“Seluruh dokumentasi dan administrasi akan berjalan sesuai aturan yang berlaku. Nantinya akan ditunjuk Plt sampai ada direktur utama baru secara definitif,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa mekanisme tersebut bukan hal baru dan telah menjadi bagian dari sistem tata kelola perusahaan. Dengan demikian, proses pengambilan keputusan strategis tetap dapat dilakukan tanpa hambatan berarti.
Fokus Menjaga Kepercayaan Pasar
Di tengah tekanan pasar modal, kepastian tata kelola menjadi faktor krusial. Direktur BEI menilai bahwa kejelasan proses transisi dapat membantu meredam spekulasi dan kekhawatiran investor.
Meski pengunduran diri dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pribadi, ia menekankan bahwa institusi harus tetap berdiri kokoh. Oleh karena itu, seluruh jajaran manajemen diminta menjaga konsistensi kebijakan dan komunikasi kepada publik.
Di akhir pernyataannya, Direktur BEI menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama selama masa kepemimpinannya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama sekitar tiga hingga empat tahun menjabat sejak RUPST 29 Juni 2022.
Dengan mekanisme transisi yang jelas, BEI berharap stabilitas pasar dapat tetap terjaga sambil menunggu penetapan Direktur Utama definitif. Langkah ini menjadi sinyal bahwa tata kelola bursa tetap berjalan disiplin di tengah tekanan pasar.




