Otoritas Pastikan Penanganan Erupsi Semeru Berjalan Sesuai Protokol Keselamatan

Erupsi Gunung Semeru

pancamerdeka.com — Langkah-langkah mitigasi dan pengamanan warga di sekitar kaki Gunung Semeru terus dioptimalkan menyusul erupsi besar yang terjadi pada Selasa (24/2/2026) petang. Pemerintah melalui otoritas vulkanologi memastikan seluruh protokol keselamatan telah diaktifkan untuk melindungi masyarakat dari dampak letusan yang mencapai ketinggian 3.000 meter di atas puncak.

Koordinasi antara Pos Pengamatan Gunung Semeru dan pemerintah daerah di Lumajang serta Malang diperketat guna menjamin akurasi informasi bagi publik. Di bawah status Siaga Level III, pengawasan terhadap jalur-jalur aliran lava dan awan panas dilakukan secara real-time untuk mengantisipasi dinamika gunung berapi tertinggi di Jawa tersebut yang kembali bergejolak.

Komitmen Perlindungan Warga Terdampak

Petugas pengamat terus mengomunikasikan radius aman kepada masyarakat guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. PVMBG secara resmi mengimbau penghentian total aktivitas di wilayah tenggara, khususnya jalur Besuk Kobokan, sebagai langkah preventif terhadap potensi luncuran awan panas guguran yang jaraknya bisa mencapai belasan kilometer.

“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” jelas Liswanto, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, dalam laporannya pada Selasa (24/2/2026). Arahan ini diberikan dengan penuh kewibawaan demi menjamin keselamatan jiwa setiap individu di kawasan rawan bencana tersebut.

Baca Juga :  Parkir Digital Dinilai Perkuat Tata Kelola Surabaya

Waspadai Ancaman Lahar di Musim Hujan

Memasuki periode pengamatan Rabu (25/2/2026), asap vulkanis terpantau masih keluar dari kawah terlihat dari Desa Supiturang. Otoritas mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah terhadap ancaman banjir lahar, mengingat curah hujan di puncak masih berpotensi membawa material sisa erupsi ke arah pemukiman melalui anak-anak sungai.

“Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru,” imbuh Liswanto. Pemerintah mengapresiasi kerja sama warga yang mengikuti rekomendasi untuk tetap menjaga jarak aman 500 meter dari tepi sungai di sepanjang jalur Besuk Kobokan.***