pancamerdeka.com — Manajemen PT Agrinas Pangan Nusantara menegaskan sikap kooperatifnya untuk menyelaraskan kebijakan perusahaan dengan visi besar pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan. Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, menyampaikan bahwa pihaknya membuka diri terhadap segala ruang dialog untuk memastikan pengadaan kendaraan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) memberikan manfaat optimal.
Meskipun kontrak pengadaan dengan produsen India seperti Tata Motors dan Mahindra telah berjalan, Agrinas menyatakan loyalitas penuh terhadap keputusan yang akan diambil oleh pemerintah dan DPR RI. Joao optimis bahwa dinamika yang terjadi saat ini merupakan bagian dari proses menuju solusi yang paling menguntungkan bagi kepentingan nasional.
Optimisme Mencari Titik Temu
Joao meyakini bahwa perbedaan pandangan terkait pilihan antara produk impor dan lokal dapat diselesaikan melalui komunikasi yang jernih. Menurutnya, niat awal pengadaan ini adalah menyediakan alat transportasi niaga dengan harga kompetitif guna mendukung distribusi pangan di tingkat desa melalui koperasi.
“Kalau ada masalah ada pemahaman yang kurang tepat atau tidak sama, itu mungkin hanya perlu ada penjelasan, itu akan menjadi solusi karena saya yakin bahwa semua itu ada solusinya,” tutur Joao dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Mendukung Visi Ekonomi Rakyat
Di sisi lain, DPR RI terus mendorong agar Agrinas lebih mengedepankan sinergi dengan produsen otomotif dalam negeri. Ketua Banggar DPR, Said Abdullah, mengharapkan setiap rupiah dari APBN mampu memberikan efek berganda bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia dan memperkuat struktur ekonomi desa secara berkelanjutan.
“Saya sangat menyayangkan uang APBN dibelanjakan, tetapi tidak memberi nilai tambah ekonomi buat rakyat di dalam negeri,” kata Said. Pernyataan ini menjadi masukan berharga bagi Agrinas dalam mengevaluasi langkah strategis ke depan agar tetap selaras dengan semangat kemandirian ekonomi yang dicanangkan pemerintah.***




