Langkah Berwibawa Pemerintah Jaga Stabilitas Bangsa di Tengah Gejolak Global

Menko Airlangga di Sidang Kabinet Paripurna

pancamerdeka.com — Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen penuh dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan geopolitik Timur Tengah.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan rangkaian kebijakan taktis dan terukur guna memastikan ketahanan energi serta perlindungan terhadap daya beli masyarakat tetap terjaga.

Meskipun harga minyak dunia merangkak naik menyentuh USD 100 per barel, Indonesia tetap optimis dengan memperkuat koordinasi lintas sektoral untuk memitigasi risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz.

“Kita belum tahu perang ini lama atau pendek. Yang mengkhawatirkan bagi kita tentu penutupan Selat Hormuz, di mana 20 persen kebutuhan minyak Indonesia berkontrak dengan Saudi,” ujar Airlangga dalam forum diskusi di Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Transformasi Pola Kerja untuk Efisiensi Nasional

Sebagai wujud adaptasi modern, pemerintah secara elegan menetapkan kebijakan Work From Home (WFH) adaptif sebanyak satu hari dalam sepekan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) pasca-libur Lebaran nanti.

Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk mendorong penghematan energi nasional tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik yang tetap menjadi prioritas utama negara.

Baca Juga :  Pemerintah Prioritaskan Kesiapan Teknis Sebelum Implementasi B50

Airlangga menekankan bahwa fleksibilitas kerja ini adalah bentuk efisiensi waktu dan energi yang selaras dengan upaya pemerintah dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak di tengah gejolak global.

“Perlu efisiensi daripada waktu kerja di mana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home. Pokoknya sudah ditetapkan pekan ini,” tutur Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (27/3/2026).

Kedaulatan Energi Melalui Akselerasi B50

Pemerintah juga menunjukkan wibawanya melalui penguatan program biodiesel B50 sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil impor dan memperkuat kedaulatan nasional.

Inovasi berbasis minyak sawit domestik ini terbukti telah memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus penghematan devisa negara yang mencapai angka USD 8 miliar pada tahap sebelumnya.

Airlangga mengonfirmasi bahwa uji coba teknis telah berjalan sukses sejak Desember 2025, mencakup berbagai jenis kendaraan mulai dari alat pertanian hingga kendaraan operasional komersial.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turut memberikan ketenangan bagi publik dengan memastikan bahwa stok BBM nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan 20 hari ke depan.

Baca Juga :  Langkah Bijak Prajogo Pangestu Perkuat Partisipasi Publik di Saham CUAN

“Masih cukup 20 hari,” tegas Bahlil di Istana Kepresidenan, Senin (2/3/2026), menegaskan bahwa fondasi energi Indonesia tetap kokoh menghadapi berbagai kemungkinan dinamika internasional.

Melalui sinergi antara kebijakan WFH adaptif, penguatan energi hijau, dan efisiensi anggaran, Indonesia optimis mampu melewati masa sulit ini dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap stabil dan berkelanjutan.

Pemerintah akan terus memantau situasi global dengan saksama untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil selalu berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.***