pancamerdeka.com — Menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks, Pulau Jawa kini sedang berupaya keras memperkuat ketahanan air guna menopang kehidupan ratusan juta jiwa. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memaparkan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menangani kekurangan pasokan air yang saat ini menjadi perhatian serius otoritas nasional.
Sigit Reliantoro, Deputi Bidang Tata Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan KLH, memberikan gambaran mengenai besarnya kebutuhan yang harus segera dipenuhi. “Di Jawa, tahun 2024 lalu, kita sudah kekurangan 118 miliar meter kubik air per tahun untuk memenuhi kebutuhan,” tutur Sigit dalam sebuah seremoni di Jakarta.
Menjaga Harapan dan Kualitas Air Bersih
Pemerintah berkomitmen untuk mencegah terjadinya kelangkaan total yang diproyeksikan pada tahun 2040 dengan menggalakkan berbagai program konservasi yang lebih masif. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam arahannya pada Juni 2025 menyampaikan bahwa perbaikan kualitas air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan.
Meskipun saat ini banyak wilayah di Jawa yang menghadapi tantangan kualitas air rendah, inovasi teknologi pengolahan air dan normalisasi sungai terus dijalankan secara konsisten. Upaya ini diharapkan mampu mengembalikan marwah sungai-sungai besar di Jawa sebagai sumber kehidupan yang bersih, sehat, dan dapat diandalkan oleh seluruh masyarakat.
Kolaborasi Melindungi Kawasan Hulu
Direktur Kehutanan dan Konservasi SDA Bappenas, Dadang Jainal Mutaqin, menekankan pentingnya melindungi tutupan hutan sebagai cara alami untuk menyimpan cadangan air tanah. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keseimbangan ekosistem agar ketersediaan air tetap terjaga dalam jangka panjang.
“Jadi sebenarnya Indonesia kalau di rata-rata air itu masih aman. Tapi kalau kita lihat per pulau, per-region, ini yang banyak kekurangan air ini ada di pulau Jawa,” jelas Dadang pada Jumat (13/3/2026). Melalui kebijakan yang berwibawa dan partisipasi publik, optimisme untuk mewujudkan ketahanan air di tanah Jawa tetap terjaga demi masa depan yang lebih cerah.***




