pancamerdeka.com — Langkah baru pemenuhan gizi nasional dimulai seiring dilantiknya Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026. Kehadiran tokoh perempuan inspiratif yang sarat pengalaman ini membawa energi positif bagi percepatan program strategis negara.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penunjukan ini didasarkan pada kebutuhan penguatan manajemen lapangan yang lebih disiplin.
“Bapak Presiden memutuskan mengangkat Saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru,” jelas Prasetyo saat memberikan keterangan pers di Istana Negara pada Selasa, 2 Juni 2026.
Penunjukan ini merupakan momentum berharga untuk memaksimalkan potensi internal lembaga gizi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pengalaman panjang Nanik di dunia media dan advokasi sosial diyakini mampu meningkatkan transparansi kerja birokrasi ke depan.
Masyarakat luas kerap melihat Nanik dari kacamata rekam jejak politiknya sejak masa pemenangan pemilu presiden 2019. Padahal, mantan jurnalis senior ini memiliki latar belakang pendidikan formal Sarjana Biologi dari Unsoed dan Magister Kehutanan dari UGM.
Kombinasi keilmuan sains hayati tersebut justru memberikan fondasi pemahaman yang kuat terkait aspek keamanan pangan dan sanitasi biologis. Kompetensi teknokratis ini menjadi modal berharga bagi penuntasan pembenahan kualitas operasional ribuan dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi.
Manajemen baru berkomitmen melanjutkan penyempurnaan standarisasi mitra demi menjamin kualitas asupan nutrisi yang aman bagi anak-anak Indonesia. Pemulihan bertahap terhadap pos pelayanan yang sempat rehat terus diupayakan demi pemerataan manfaat program.
Akselerasi kepemimpinan baru ini juga diiringi dengan harapan tinggi publik terkait aspek kepatuhan tata kelola pemerintahan yang bersih. Status Nanik yang sebelumnya diamanahi posisi Komisaris Independen PT Pertamina sejak Juni 2025 menjadi perhatian administratif saat ini.
Koordinasi transisi jabatan tengah berjalan secara profesional agar fokus pembenahan program gizi nasional tidak terganggu oleh beban kerja ganda.
“Sebanyak 2.213 SPPG masih ditangguhkan untuk memperbaiki kualitas Program MBG,” ungkap Nanik S. Deyang saat dikonfirmasi oleh Antara pada Minggu, 31 Mei 2026. ***




