pancamerdeka.com — Universitas Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjaga marwah institusi dan keamanan sivitas akademika menyusul laporan dugaan pelanggaran kode etik oleh sejumlah mahasiswa.
Langkah responsif diambil pihak kampus setelah mencuatnya informasi mengenai aktivitas tidak pantas di media sosial pada Minggu, 12 April 2026.
Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah, menyampaikan pesan inspiratif mengenai pentingnya solidaritas dalam melawan segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan tinggi.
“Sama-sama kita monitor ya. Kita lawan kekerasan seksual,” ujar Heri dengan penuh wibawa saat memberikan pernyataan di Depok, Senin, 13 April 2026.
Semangat kolaborasi antara pimpinan universitas dan fakultas menjadi kunci utama untuk memastikan setiap laporan diproses dengan prinsip keadilan dan transparansi.
Pihak rektorat memastikan bahwa proses pemantauan akan dilakukan secara saksama demi menjaga iklim belajar yang sehat dan bermartabat bagi seluruh mahasiswa.
Prioritas Keselamatan dan Transformasi Budaya
Dekan FH UI, Dr. Parulian Paidi Aritonang, menekankan bahwa keselamatan serta kenyamanan sivitas akademika adalah prioritas tertinggi dalam kebijakan fakultas saat ini.
Fakultas telah menyediakan saluran pelaporan yang aman untuk mendukung para penyintas serta menjamin kerahasiaan identitas selama proses verifikasi berlangsung.
“Fakultas mengecam keras segala bentuk perilaku yang merendahkan martabat manusia serta bertentangan dengan nilai hukum,” tutur Parulian, Senin, 13 April 2026.
Pihak fakultas juga mengajak seluruh pihak untuk tetap tenang dan memberikan ruang bagi tim investigasi bekerja secara profesional serta berintegritas.
Langkah Nyata Menuju Perubahan
Ketua BEM FH UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengapresiasi kejujuran para pihak terkait yang telah mengakui kekhilafan mereka secara terbuka di hadapan rekan sejawat.
Pengakuan tersebut dipandang sebagai langkah awal yang penting dalam proses pertanggungjawaban moral sebelum memasuki tahap pendisiplinan organisasi.
Universitas Indonesia berupaya menjadikan momentum ini sebagai titik balik untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap interaksi antar mahasiswa.
Harapannya, tindakan tegas dan edukatif yang diambil dapat menjadi inspirasi bagi institusi lain dalam membangun lingkungan kampus yang bebas dari pelecehan. ***




