Indonesia Perkuat Posisi Global Melalui Perjanjian Dagang ART dan Board of Peace

Kesepakatan Indonesia Amerika

pancamerdeka.com — Sebuah langkah besar dan berwibawa sedang disiapkan Pemerintah Indonesia di panggung internasional. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu dengan Presiden Donald Trump di Washington DC pada 19 Februari 2026. Agenda utamanya adalah penandatanganan Agreement on Reciprocal Tariff (ART), sebuah pakta yang akan membawa produk unggulan Indonesia bersaing lebih kuat di pasar Amerika Serikat.

Kesepakatan ini merupakan hasil negosiasi panjang yang dimulai sejak Juli 2025. Dengan berlakunya ART, tarif impor produk Indonesia yang semula terancam angka 32 persen akan turun menjadi 19 persen. Bahkan, kabar menggembirakan datang untuk petani kita, di mana komoditas seperti kopi, teh, kakao, dan minyak sawit (CPO) akan menikmati tarif nol persen saat memasuki pasar Amerika.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan kesiapan penuh draf perjanjian ini pada Rabu (11/2/2026). “Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara tanggal 19, dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART,” tuturnya di Kompleks Istana Negara. Kehadiran Presiden Prabowo juga berkaitan dengan inisiatif Board of Peace yang baru diluncurkan di Davos untuk menjaga perdamaian dunia.

Baca Juga :  Harapan Perdamaian Menguat Meski Iran Tolak Proposal Damai AS

Optimisme Dunia Usaha Nasional

Sektor swasta menyambut langkah diplomasi ekonomi ini dengan penuh semangat. Ketua Umum APINDO Shinta Kamdani pada 12 Februari 2026 menyatakan bahwa kebijakan ini memberikan kepastian bagi ribuan pengusaha tekstil dan alas kaki nasional. Tanpa payung hukum ART, produk Indonesia dipastikan kalah bersaing akibat tarif perang dagang yang diterapkan oleh pemerintahan Trump di Washington.

Meskipun terdapat penyesuaian terkait kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk investor AS, pemerintah meyakini hal ini akan dibalas dengan aliran investasi yang lebih besar. Sinergi antara pembangunan ekonomi dan peran aktif dalam perdamaian dunia melalui Board of Peace menempatkan Indonesia pada posisi terhormat dalam tata pergaulan antarbangsa, menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi ekonomi rakyat. *