pancamerdeka.com — Bupati Indramayu Lucky Hakim mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga marwah daerah dengan mengedepankan dialog yang elegan dalam menyampaikan setiap aspirasi pembangunan.
Pesan ini disampaikan menyusul terjadinya insiden perusakan sejumlah fasilitas publik di Alun-Alun Indramayu oleh kelompok petambak yang tergabung dalam KOMPI pada Kamis (02/04/2026). Peristiwa yang mengakibatkan rusaknya Tugu Nol Kilometer ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi kedewasaan berdemokrasi di Bumi Wiralodra.
Lucky Hakim menyatakan keprihatinannya atas rusaknya aset daerah yang dibangun dari uang pajak rakyat. “Saya sangat menyayangkan perusakan fasilitas umum oleh oknum pendemo. Itu uang rakyat yang dirusak, termasuk tulisan Indramayu di depan yang juga dihancurkan,” ungkap Lucky pada 2 April 2026.
Pemerintah Kabupaten Indramayu sebenarnya senantiasa membuka pintu bagi warga yang ingin berdiskusi mengenai dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah pesisir. Bupati menegaskan bahwa komunikasi yang baik adalah kunci utama untuk mencari solusi tanpa harus mengorbankan fasilitas yang menjadi kebanggaan bersama.
Membangun Jembatan Komunikasi yang Lebih Baik
Insiden ini dipicu oleh adanya hambatan komunikasi administratif di mana pihak pendemo merasa tidak diterima, padahal pemerintah daerah telah menyediakan ruang di Gedung Patra. Kedepannya, pembenahan sistem informasi dan koordinasi antara kelompok masyarakat dan birokrasi perlu ditingkatkan agar tidak terjadi kesalahpahaman serupa.
Semangat membangun Indramayu harus dilandasi oleh rasa memiliki terhadap seluruh sarana dan prasarana yang ada. Meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai revitalisasi tambak, martabat dan ketertiban umum harus tetap menjadi prioritas utama bagi semua pihak yang terlibat.
Harapan untuk Masa Depan Pesisir Indramayu
Pemerintah daerah berkomitmen untuk tetap mendengarkan keluhan para petambak dan membantu memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah pusat di Jakarta. Kerugian fisik yang mencapai hampir Rp 100 juta diharapkan dapat segera ditangani agar wajah kota kembali asri dan nyaman bagi wisatawan.
Ketenangan dan kedamaian sosial menjadi modal utama bagi Indramayu untuk terus maju dan berkembang di tengah tantangan pembangunan nasional. Mari kita jaga bersama keasrian Alun-alun dan fasilitas publik lainnya sebagai warisan bagi generasi mendatang yang lebih sejahtera.
Dukungan masyarakat untuk menjaga kondusivitas sangat diperlukan agar agenda pembangunan tetap berjalan selaras dengan kepentingan warga pesisir. Semoga momentum ini memperkuat ikatan persaudaraan dan gotong royong antar seluruh elemen masyarakat Indramayu. ***




