pancamerdeka.com — Penyelesaian Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubiina (RSLHSFM) di Kabupaten Bandung mencerminkan upaya lokal yang selaras dengan gagasan perumahan berkelanjutan di berbagai negara.
Serah terima RSLHSFM berlangsung pada Rabu (20/11/2025) di Desa Cipanjalu. Program ini menjadi cerminan nyata bagaimana komunitas lokal—dalam hal ini direpresentasikan oleh OPSHID Kota Bandung berperan menyediakan hunian aman bagi warga rentan. Aja, sebagai penerima bantuan, hadir didampingi perangkat desa, sementara perwakilan OPSHID menjelaskan proses pembangunan yang berjalan relatif cepat.

Rumah berukuran 7×5 meter ini selesai dalam kurang dari dua bulan. Meski OPSHID sempat menghadapi kekurangan tenaga ahli, keputusan untuk mendatangkan tukang dari luar memperlihatkan kemampuan adaptasi organisasi masyarakat sipil. Langkah semacam ini banyak dilakukan komunitas perumahan inklusif di dunia, dari Nepal hingga beberapa negara Afrika Timur.
Aep, yang mewakili keluarga penerima, menyampaikan bagaimana kualitas hidup mereka meningkat setelah rumah lama yang rapuh digantikan bangunan kokoh dengan akses listrik mandiri. Narasi peningkatan kesejahteraan seperti ini kerap menjadi penanda keberhasilan program berbasis komunitas.

Program Tasyakkuran Sumpah Pemuda yang menjadi payung kegiatan ini telah menghasilkan dua unit rumah di Bandung dalam dua tahun terakhir. Meskipun skala kecil, dampaknya signifikan karena memicu model partisipasi masyarakat dalam menyediakan hunian aman, sejalan dengan tren global menuju pembangunan permukiman berkelanjutan.
RSLHSFM menegaskan bahwa solusi lokal tetap memiliki ruang penting dalam strategi besar perumahan rakyat.(*)




