pancamerdeka.com — Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang membawa arah baru yang penuh optimisme pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dengan meluncurkan empat langkah strategis yang berfokus penuh pada efisiensi anggaran negara pada Kamis, 4 Juni 2026.
Langkah transformatif ini diputuskan bersama jajaran pimpinan baru yakni Agustina Arumsari dan Mayjen Trenggono pasca pergantian kepengurusan lembaga. BGN kini bergerak cepat melakukan pembenahan internal demi menghadirkan layanan yang lebih berintegritas.
Manajemen baru berkomitmen memastikan setiap rupiah anggaran negara memberikan dampak kesehatan yang nyata bagi generasi penerus bangsa. Prioritas kerja kini bergeser dari sekadar mengejar target kuantitas menuju penguatan mutu layanan.
“Hal utama yang telah kami bahas dan kami siapkan rencana kerjanya adalah menuju pada efisiensi anggaran,” ujar Kepala BGN Nanik S Deyang dalam konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
BGN mengambil kebijakan moratorium pembangunan dapur baru demi melakukan evaluasi mendalam terhadap 27 ribu unit dapur yang saat ini telah beroperasi. Pembenahan standar kesehatan dan peningkatan kompetensi SDM pengelola menjadi agenda utama.
Kebijakan ini diambil untuk menyeimbangkan sebaran fasilitas yang selama ini terlalu berpusat di wilayah perkotaan aglomerasi. Pemerintah kini memperluas jangkauan ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan skema penyaluran yang lebih efisien.
Format baru penerima manfaat akan dialihkan secara lebih inklusif kepada kelompok yang paling membutuhkan pertolongan gizi. Ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak balita kini menempati urutan teratas dalam daftar prioritas nasional.
Berdasarkan rekomendasi para pakar kesehatan, intervensi gizi terbaik wajib diberikan sejak bulan pertama masa kandungan hingga anak menginjak usia sembilan tahun. Pendekatan humanis ini diharapkan mampu mencetak generasi emas Indonesia yang unggul. ***




