pancamerdeka.com — Wilayah Kabupaten Gunung Kidul dan sekitarnya tetap dalam kondisi tenang dan kondusif pasca guncangan gempa bumi tektonik bermagnitudo 3,1 yang terjadi pada Kamis pagi, 12 Februari 2026. Berdasarkan laporan otoritas meteorologi, gempa yang berpusat di darat pada kedalaman 5 kilometer tersebut tidak memicu kerusakan fisik maupun gangguan pada aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.
Getaran yang terjadi pukul 08:21:16 WIB ini sempat dirasakan oleh warga di Kapanewon Patuk dan Gedangsari, serta sebagian wilayah Bantul seperti Imogiri dan Dlingo. Meskipun sempat muncul kekhawatiran karena getaran yang cukup nyata, pemerintah daerah melalui BPBD bergerak cepat melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan keamanan seluruh fasilitas publik dan pemukiman warga.
Kepala Pelaksana BPBD Gunung Kidul, Purwono, menyampaikan apresiasinya atas ketenangan masyarakat. “Kami sudah cek ke beberapa titik di wilayah Barat. Situasi kondusif, masyarakat tetap beraktivitas normal. Tidak ada laporan rumah retak atau rusak,” ungkap Purwono saat memberikan keterangan kepada media lokal pada Kamis (12/2/2026) siang.
Kesiagaan Otoritas Terkait
BMKG melalui Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, mengimbau agar warga tidak perlu cemas namun tetap waspada. Dalam rilis resminya pada 12 Februari 2026, ia menjelaskan bahwa gempa dangkal seperti ini memang wajar terjadi di jalur sesar aktif. Fokus utama saat ini adalah memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dari sumber resmi guna menghindari disinformasi.
Hingga laporan ini disusun, aktivitas ekonomi dan sosial di Gunung Kidul tetap berjalan seperti biasa. Otoritas terkait memastikan tidak ada potensi ancaman lanjutan yang signifikan dari aktivitas seismik ini. Dengan kedalaman pusat gempa yang berada di daratan, potensi tsunami secara otomatis dikesampingkan, sehingga warga di wilayah pesisir pun tetap dapat beraktivitas dengan nyaman. *




