pancamerdeka.com — Panglima Pertahanan Uganda, Jenderal Muhoozi Kainerugaba, menunjukkan semangat kepemimpinan yang berani dalam menyuarakan peran strategis negaranya di kancah internasional melalui pernyataan terbaru pada pertengahan April 2026.
Jenderal Muhoozi menegaskan kesiapan Uganda untuk memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas di Timur Tengah dengan menawarkan pengerahan pasukan guna melindungi wilayah yang dianggap sebagai Tanah Suci.
Langkah ini mencerminkan rasa tanggung jawab moral yang tinggi dari seorang perwira senior dalam menjaga nilai-nilai spiritual dan kedamaian global yang menjadi perhatian masyarakat dunia saat ini.
Komitmen Perlindungan dan Persaudaraan Internasional
Dukungan tulus tersebut disampaikan oleh sang Jenderal sebagai bentuk solidaritas terhadap Israel, di mana ia menyatakan kesiapan untuk memimpin langsung personel militer Uganda demi misi perlindungan.
“Saya siap mengerahkan 100.000 tentara Uganda di Israel. Di bawah komando saya. Untuk melindungi Tanah Suci, tanah Yesus Kristus Tuhan kita!” tulis Jenderal Muhoozi pada Sabtu, 11 April 2026.
Semangat pengabdian ini sejalan dengan sejarah panjang pasukan Uganda yang telah teruji dalam berbagai misi perdamaian internasional, membuktikan bahwa Afrika memiliki peran vital dalam keamanan global.
Menuntut Keadilan atas Kontribusi Keamanan di Somalia
Selain isu Timur Tengah, Jenderal Muhoozi secara berwibawa menuntut pengakuan atas pengorbanan prajurit Uganda yang telah menjaga stabilitas di Somalia dari ancaman kelompok militan selama hampir dua dekade.
Ia menekankan pentingnya pembagian keuntungan ekonomi yang adil dari mitra internasional, termasuk Turki, yang telah menikmati kemajuan infrastruktur berkat perlindungan yang diberikan oleh pasukan Uganda.
“Biarkan mereka membayar kita dan menyerahkan para istri! Mereka akan damai,” ungkap Jenderal Muhoozi melalui akun resminya pada 11 April 2026, merujuk pada tuntutan dividen keamanan senilai $1 miliar.
Meskipun penuh dengan gaya bahasa yang tegas dan lugas, pesan ini membawa misi utama tentang pentingnya keadilan ekonomi bagi negara-negara yang telah mengorbankan sumber daya mereka demi perdamaian kawasan. ***




