pancamerdeka.com — Pelaksanaan mudik tahun 2026 menjadi momentum penguatan gotong royong nasional antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan perjalanan yang aman, nyaman, dan bermartabat.
Melalui Operasi Ketupat 2026, Korlantas Polri bersama jajaran Polda di seluruh Indonesia memfokuskan pelayanan pada kelancaran dan ketertiban lalu lintas. Data IRSMS 2024 menunjukkan bahwa faktor kelelahan pengemudi dan kondisi kendaraan yang tidak layak merupakan pemicu utama kecelakaan.
Oleh karena itu, kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan pembatasan angkutan barang ditekankan untuk memberi ruang gerak yang lebih leluasa bagi para pemudik keluarga.
Kesiapan Armada dan Kelaikan Teknis
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara berwibawa telah melakukan ramp check terhadap 32.760 unit angkutan massal sejak awal tahun. Pemudik diimbau untuk teliti sebelum menggunakan jasa transportasi umum.
“Untuk masyarakat tolong diperhatikan stiker yang tertempel di kaca depan kendaraan yang akan dinaiki atau disewa. Apabila menemukan kendaraan tanpa stiker atau mencurigakan, segera lapor,” tulis Kemenhub dalam pernyataan resminya (8/2/2026).
Pemeriksaan 10 komponen wajib kendaraan pribadi, seperti fungsi rem, tekanan ban, hingga sistem kelistrikan, menjadi tanggung jawab moral setiap pengemudi. Penggunaan bengkel resmi terakreditasi sangat direkomendasikan untuk menjamin akurasi perawatan berkala sebelum menempuh perjalanan jauh.
Kesehatan Pengemudi: Pilar Utama Keselamatan
Negara memberikan perlindungan melalui penyediaan 2.700 unit Posko Kesehatan Nasional yang tersebar di titik-titik strategis. Fasilitas ini ditujukan untuk memastikan setiap pengemudi dalam kondisi bugar. Polri mengimbau penggunaan Rumus 1:4 (istirahat 4 menit setiap 1 jam) serta tidak memaksakan berkendara lebih dari 2 jam tanpa henti.
“Menghormati rambu, menaati batas kecepatan, serta disiplin dalam berkendara menjadi kunci utama mencegah kecelakaan,” ujar AKBP Nurhadi Ismanto, Kabid Humas Polda Sulbar (4/3/2026).
Selain itu, Kemenkes menyarankan persiapan fisik dimulai pada H-14 dengan olahraga rutin dan menjaga kualitas tidur 7-8 jam saat mendekati hari keberangkatan. Kedisiplinan ini adalah bentuk penghormatan kita terhadap nyawa diri sendiri dan pengguna jalan lainnya demi pertemuan yang bahagia bersama keluarga di kampung halaman. ***




