pancamerdeka.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan kepastian yang menyejukkan bagi seluruh rakyat Indonesia mengenai harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun 2026.
Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga Pertalite dan Bio Solar ini disampaikan Purbaya pada Senin, 6 April 2026, di tengah dinamika harga minyak global.
Langkah penuh wibawa ini diambil sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi daya beli masyarakat dan memastikan roda ekonomi tetap berputar dengan optimis.
“Kami siap tidak menaikkan harga sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi ya, dengan asumsi harga minyak 100 dolar AS per barel sampai akhir tahun,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Senin, 6 April 2026.
Komitmen Pemerintah Menjaga Harapan dan Stabilitas Ekonomi
Pemerintah memahami bahwa ketenangan masyarakat adalah kunci utama pembangunan, sehingga APBN dikerahkan secara maksimal untuk menyerap tekanan kenaikan harga energi dunia.
Purbaya menegaskan bahwa peran anggaran negara sebagai penyangga guncangan sangat krusial agar masyarakat dapat menjalankan usahanya tanpa rasa khawatir akan beban biaya.
Dengan menetapkan harga yang stabil, pemerintah membangun fondasi ekonomi yang lebih kokoh dan memberikan rasa aman bagi pelaku usaha mikro hingga rumah tangga.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya pada 31 Maret 2026 menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto demi kepentingan rakyat.
Sinergi Nasional Mewujudkan Ketahanan Energi yang Berwibawa
“Penyesuaian harga untuk BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik atau turun, artinya flat, masih memakai harga sekarang,” tutur Bahlil Lahadalia dengan nada optimis.
Alokasi anggaran ketahanan energi yang mencapai Rp402,4 triliun pada tahun 2026 menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mengelola sumber daya untuk kemakmuran bersama.
Meski tantangan global cukup berat, pengelolaan fiskal yang elegan melalui efisiensi dan optimalisasi pendapatan negara diyakini mampu menjaga kesehatan APBN kita.
Pemerintah mengajak seluruh elemen bangsa untuk bekerja sama dan menggunakan energi secara bijak sebagai bentuk dukungan atas kebijakan yang pro-rakyat ini.
Semangat gotong royong antara pemerintah yang bertanggung jawab dan masyarakat yang tertib akan membawa Indonesia melampaui gejolak ekonomi dunia dengan gemilang. ***




