Komitmen Tanggung Jawab SPPG Tembok Dukuh Pasca-Insiden Gizi Surabaya

Ratusan Siswa Keracunan MBG di Surabaya

pancamerdeka.com — Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Gizi Nasional bergerak cepat menangani pemulihan kesehatan 197 siswa di Surabaya yang mengalami gangguan kesehatan pada Senin, 11 Mei 2026.

Insiden yang terjadi di Kecamatan Bubutan ini langsung direspons dengan tindakan medis darurat dan komitmen tanggung jawab penuh dari pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh.

Langkah responsif ini mencerminkan integritas penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penguatan gizi generasi muda nasional.

Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla, secara ksatria menyampaikan permohonan maaf dan memastikan seluruh biaya pengobatan serta observasi lapangan akan ditanggung sepenuhnya oleh pihaknya.

“Dari kami akan bertanggung jawab penuh terhadap pengobatan dan juga segala observasi yang dilakukan di lapangan,” tutur Chafi Alida Najla dengan nada penuh empati pada Senin, 11 Mei 2026.

Meskipun hasil peninjauan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menunjukkan fasilitas dapur sangat bersih dan memenuhi standar, evaluasi menyeluruh tetap dilakukan demi menjamin kualitas di masa depan.

Baca Juga :  Optimalisasi Program MBG: Motor Listrik Emmo JVX GT Dukung Mobilitas Pelayanan Gizi

Sikap kooperatif pengelola SPPG dalam menarik seluruh distribusi makanan menjadi bukti adanya kepedulian tinggi terhadap keselamatan siswa di atas kepentingan operasional semata.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengapresiasi penanganan cepat petugas medis yang berhasil memulihkan mayoritas siswa sehingga sebagian besar sudah diperbolehkan pulang ke rumah.

Semangat optimisme tetap dijaga agar program strategis dengan alokasi Rp 335 triliun ini tetap menjadi pilar utama dalam mencetak generasi emas Indonesia yang sehat dan kuat.

“Fokus pertama adalah penanganan siswa terdampak, setelah itu investigasi terhadap SPPG Tembok Dukuh yang menyalurkan menu MBG,” jelas Emil Dardak di Kantor DPRD Jatim, Senin, 11 Mei 2026.

Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menekankan pentingnya edukasi agar anak-anak tidak trauma dan tetap memiliki keyakinan bahwa program pemerintah ini bertujuan mulia bagi kesehatan mereka.

Harapannya, hasil uji laboratorium dari BBLK Surabaya dapat menjadi pijakan baru untuk menyempurnakan standar operasional prosedur gizi nasional agar insiden serupa tidak terulang kembali.

Baca Juga :  Menjaga Amanah Gizi: Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kualitas Program MBG

Keteguhan pemerintah dalam melanjutkan program MBG menunjukkan komitmen besar terhadap masa depan bangsa, meski tantangan teknis di lapangan memerlukan pembenahan yang berkelanjutan dan profesional. ***