Kebakaran RSUD dr Soetomo Teratasi, Sinergi Cepat Selamatkan 36 Pasien Jantung

Kebakaran RSUD Dr Soetomo Surabaya

PancaMerdeka.com — Sinergi cepat dan aksi heroik diperlihatkan oleh tim penanggulangan bencana gabungan saat berhasil menjinakkan kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu RSUD dr Soetomo Surabaya, Jumat pagi, 15 Mei 2026. Berkat kesigapan petugas internal dan armada pemadam kebakaran, sebanyak 36 pasien jantung yang berada di dalam gedung berhasil dievakuasi dengan aman menuju ruang perawatan darurat.

Langkah mitigasi yang terukur di tengah situasi darurat ini membuktikan ketangguhan koordinasi antarinstansi di Surabaya saat menghadapi krisis. Kepedulian mengutamakan keselamatan jiwa pasien menjadi kunci utama keberhasilan proses evakuasi yang menegangkan ini.

Sejak kepulan asap pertama kali terlihat pada ventilasi lantai lima pukul 06.30 WIB, petugas internal rumah sakit langsung bergerak memutus penjalaran api menggunakan alat pemadam api ringan. Tak lama berselang, 13 armada pemadam kebakaran kota tiba di lokasi untuk mengamankan perimeter dan membuka jalur sirkulasi udara bersih bagi para pasien di lantai atas.

“Api pokok padam pukul 07.35 WIB, pembasahan selesai 09.58 WIB. Petugas memecahkan sejumlah kaca dan juga menggunakan blower untuk mengeluarkan asap,” tutur Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Surabaya Rokhim, Jumat, 15 Mei 2026.

Baca Juga :  Polres Siak Gerak Cepat Ungkap Keadilan Bagi Bocah Korban Kekerasan

Kerja keras tanpa henti dari tim penyelamat di lapangan memastikan situasi tetap terkendali dan kepanikan warga dapat diredam dengan cepat. Soliditas ini mencerminkan komitmen kuat kota dalam memberikan perlindungan maksimal bagi warganya di segala situasi.

Direktur RSUD dr Soetomo Prof Cita Rosita Sigit Prakoeswa memastikan bahwa seluruh pasien yang dipindahkan ke ruang IGD dan resusitasi tetap mendapatkan perawatan intensif tanpa gangguan peralatan medis. Pihak rumah sakit juga mengklarifikasi bahwa satu pasien berinisial S yang wafat di lantai enam murni disebabkan oleh faktor penyakit klinis berat yang dideritanya.

Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga untuk terus menyempurnakan dan memperkuat sistem proteksi mandiri di seluruh fasilitas kesehatan. Optimisme pemulihan layanan secara penuh kini terus diupayakan demi menjaga kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Jawa Timur. ***