pancamerdeka.com — Dengan nuansa khidmat dan berwibawa, Jam’iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah (JKPHS) menggelar Tasyakkuran dan Silaturrochmi Hari Lahir ke-46 di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Rabu (24/12/2025). Perayaan ini menjadi penanda kemantapan organisasi dalam mengabdi bagi bangsa melalui spiritualitas dan kemanusiaan.
Do’a Kautsaran menjadi poros acara. Disusun oleh Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi, doa tersebut memuat permohonan keamanan dan keberkahan negeri sebagaimana doa Nabi Ibrahim AS. JKPHS memanjatkan harapan agar nilai-nilai itu menaungi Indonesia.

Pertumbuhan Organisasi dan Kepedulian Sosial
Di usia ke-46, JKPHS mencatat struktur yang mengakar: 112 cabang, 225 anak cabang, 98 ranting, dan 11 anak ranting, termasuk di luar negeri. Capaian ini mencerminkan konsistensi penguatan organisasi.
Komitmen sosial diwujudkan melalui santunan Rp3 juta untuk 12 fakir miskin serta shodaqoh spontan lebih dari Rp8 juta. Langkah ini menegaskan bahwa spiritualitas diterjemahkan menjadi aksi nyata.

Ketua Umum JKPHS Pujiati menyebut usia 46 sebagai fase kemantapan. Ia menekankan peran ibu-ibu sebagai penyokong perjuangan dan pelestari Thoriqoh Shiddiqiyyah.
Menjelang setengah abad, JKPHS tampil optimistis dan elegan, mengokohkan misi sosial-spiritual untuk Indonesia dan dunia. ***




