pancamerdeka.com – Banjir Sumatera yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 berdampak pada sedikitnya 4.800 sekolah. Untuk memulihkan proses belajar, pemerintah menargetkan 1.204 sekolah direvitalisasi sebagai bagian dari fase rehabilitasi pendidikan.
Target ini menjadi penanda bahwa pemulihan tidak berhenti pada penanganan darurat. Fokusnya kini bergeser pada pembangunan kembali infrastruktur pendidikan secara terstruktur.
Pertanyaannya, bagaimana target 1.204 sekolah itu dijalankan dan dukungan apa yang menyertainya?
Revitalisasi sebagai Poros Pemulihan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengusulkan tambahan anggaran Rp2,4 triliun untuk pemulihan pascabencana. Sebagian diarahkan pada perbaikan fisik sekolah terdampak.
Proses penandatanganan perjanjian kerja sama revitalisasi terus dilanjutkan. Langkah ini dirancang agar pembangunan berjalan paralel di tiga provinsi.
Di lapangan, sejumlah sekolah masih beroperasi di fasilitas darurat. Di Aceh Timur, misalnya, sekolah dasar di Dusun Ranto Panyang Rubek harus belajar di bawah tenda putih.
Revitalisasi 1.204 sekolah menjadi titik balik agar kegiatan belajar kembali ke ruang kelas permanen.
Distribusi Bantuan Pendidikan
Tak hanya membangun ulang gedung, pemerintah juga menyiapkan distribusi bantuan peralatan senilai Rp60 miliar. Bantuan itu mencakup perangkat ICT, peralatan laboratorium, olahraga, perlengkapan kebersihan, dan materi bermain edukasi.
Pada saat yang sama, verifikasi dan pembukaan rekening untuk 13.000 guru terus dilakukan dengan total tunjangan Rp83,3 miliar. Dukungan ini menjaga keberlangsungan tenaga pendidik selama masa pemulihan.
Banjir Sumatera memang meninggalkan kerusakan luas. Namun data target dan alokasi menunjukkan arah pemulihan yang sistematis.
Revitalisasi 1.204 sekolah dan distribusi bantuan pendidikan menjadi fondasi agar ribuan siswa kembali belajar di ruang yang layak. Angka-angka tersebut mencerminkan tahapan kerja yang terukur dalam membangun kembali ekosistem pendidikan di wilayah terdampak.




