Banjir Jakarta, Macet Tol, hingga Transjakarta Lumpuh: Saat Cuaca Ekstrem BMKG Menekan Kota

Banjir Jakarta Meluas, 10 RT dan 23 Jalan Terendam

pancamerdeka.com – Banjir Jakarta bukan sekadar genangan, tetapi memicu efek berlapis pada tol, arteri, dan transportasi publik. BMKG menilai hujan ekstrem masih berpotensi berlanjut hingga 14 Januari 2026.

Ketika Hujan Tak Lagi Sekadar Cuaca

Dalam pembacaan sementara, hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak dini hari Senin (12/1/2026) memperlihatkan satu pola yang berulang. Curah hujan tinggi langsung berujung pada genangan, lalu merambat menjadi kemacetan di ruas tol utama.

Secara faktual, kepadatan paling terasa di Tol Dalam Kota, terutama di titik keluar menuju jalan arteri yang tergenang. Kepala Satuan PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Dhanar Dhono Vernandhie, menyebut kawasan Podomoro, Sunter, hingga Rawa Bokor sebagai titik krusial. “Kalau padat itu Podomoro, Sunter, yang keluar-keluar itu karena arterinya banjir, jadinya dia padat di tol,” ujarnya.

Rawa Bokor, Titik Tekan Banjir Pagi Ini

Yang patut dicatat, Rawa Bokor menjadi episentrum gangguan lalu lintas. Ketinggian air mencapai 60 cm, memaksa polisi menutup akses keluar dari Tol Cengkareng dan mengalihkan kendaraan ke arah bandara.

Baca Juga :  Ujian Integritas: Bangkitkan Marwah Ombudsman dari Bayang-bayang Kasus Nikel
Banjir Meluas, Akses Rawa Bokor Ditutup
Banjir Meluas, Akses Rawa Bokor Ditutup

Artinya begini, meski ruas tol dilaporkan masih aman dilintasi, kemacetan justru muncul akibat hambatan di jalan arteri. Dalam praktiknya, kendaraan menumpuk di tol karena tidak memiliki jalur keluar yang fungsional.

Transportasi Publik Ikut Terhenti

Tak berhenti di situ, dampak banjir Jakarta juga menghantam transportasi massal. Transjakarta menghentikan sementara sejumlah rute, termasuk Koridor 10 dan layanan Mikrotrans di berbagai wilayah.

Efek lanjutan dari itu terasa langsung bagi warga yang bergantung pada angkutan umum. Pergerakan kota melambat, bukan karena volume kendaraan semata, tetapi karena akses yang terputus oleh genangan.

BMKG dan Ancaman Hujan Berulang

Di sisi lain, BMKG mencatat dinamika atmosfer global dan regional yang masih aktif. Peringatan hujan sedang hingga sangat lebat serta angin kencang dikeluarkan hingga 14 Januari 2026.

Yang kerap luput diperhatikan, pola hujan berjam-jam inilah yang memperbesar risiko banjir susulan. Dalam kerangka itu, banjir Jakarta hari ini bukan peristiwa tunggal, melainkan bagian dari rangkaian cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

Baca Juga :  Sindikat Penipuan Titik SPPG, Korban Tembus Rp3,25 Miliar