pancamerdeka.com — Potensi panas bumi Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia, dan menjadi aset strategis dalam membangun masa depan energi bersih. Namun di sejumlah daerah, pengembangan geotermal masih menghadapi tantangan serius berupa insiden keselamatan, dinamika sosial, dan sensitivitas budaya.
Sorik Marapi: Pelajaran dari Insiden H₂S
Sorik Marapi menjadi kasus penting dalam evaluasi keselamatan proyek geotermal. Lebih dari seratus warga pernah terpapar H₂S, sebagaimana dikonfirmasi Kapolres Mandailing Natal AKBP Sahat M. Hasibuan (16/3/2024). KS Orka berkomitmen memperbaiki “ketidaksempurnaan teknis”, menurut CEO Þórður Halldórsson.
Tokoh setempat, M. Arif Lubis, menegaskan harapan warga agar keselamatan menjadi prioritas.
Dieng, Ciremai, dan Keseimbangan Ruang
Di Dieng, kedekatan proyek dengan permukiman dan lahan pangan membuat warga meminta peninjauan ulang.
Sementara itu, Ciremai memberikan contoh dialog yang efektif: aspirasi warga diakomodasi dan proyek dihentikan secara elegan oleh Chevron pada 2015.
Bedugul: Ruang Suci dan Pertimbangan Publik
Di Bali, isu pengembangan Bedugul memadukan aspek teknis dan nilai budaya. Ketua DPRD Bali I Made Artha (2005) menegaskan kawasan ini memiliki status kesucian yang wajib dihormati.
Kementerian ESDM tetap melihat potensi strategisnya, namun ruang dialog terus dibuka agar pembangunan selaras dengan nilai masyarakat.
Flores–Lembata: Mencari Titik Temu
Berbagai dinamika terjadi di Mataloko, Wae Sano, dan Poco Leok. Direktur WALHI NTT Umbu Wulang (9/5/2025) menilai persetujuan warga perlu diperkuat. Prof. Chalid Muhammad (8/11/2025) menekankan pentingnya perlindungan ruang hidup.
Tantangan Kawasan Konservasi
Ekspansi ke kawasan lindung seperti Gede Pangrango atau Slamet memperlihatkan kebutuhan tata kelola yang lebih rapi.
Peneliti UGM Prof. Ahmad Fadhillah mengingatkan bahwa pengambilan keputusan harus menempatkan masyarakat sebagai mitra, bukan objek.
Membangun Energi Bersih yang Berkeadilan
Dengan tata kelola yang inklusif, mitigasi risiko yang kuat, dan penghormatan budaya, energi geotermal tetap menjadi fondasi strategis masa depan Indonesia.
Jalan keluar bukan menghentikan pembangunan, tetapi memastikan masyarakat aman dan dilibatkan secara penuh. ***




