pancamerdeka.com — Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur mengambil tindakan tegas dengan mengamankan Kasat Resnarkoba Polres Kutai Kartanegara AKP Yohanes Bonar Adiguna pada Sabtu, 2 Mei 2026. Perwira lulusan Akpol 2015 tersebut langsung ditempatkan di Rumah Tahanan dan Barang Bukti Polda Kaltim demi menjalani proses penegakan hukum internal yang objektif.
Langkah berani ini menjadi bukti nyata komitmen tinggi institusi kepolisian dalam menjaga kesucian dan marwah organisasi dari tindakan oknum. Korps Bhayangkara menunjukkan sikap ksatria dengan tidak menutup-nutupi pelanggaran yang dilakukan oleh anggotanya sendiri di daerah. Proses pembersihan internal ini dinilai akan membawa energi positif bagi masa depan penegakan hukum.
Sisi lain yang memberikan optimisme dari kasus ini adalah efektivitas sistem pengawasan senyap yang bekerja di dalam struktur kepolisian. AKP Yohanes tercatat masih memimpin operasi pemberantasan sabu dengan menyita ratusan gram barang bukti di Tenggarong pada Maret dan April 2026. Fakta bahwa ia ditangkap hanya 22 hari setelah operasi terakhir menunjukkan bahwa radar internal bekerja sangat peka.
Sistem kepolisian terbukti tidak tebang pilih dan tetap meletakkan hukum di atas kepentingan korps atau jabatan struktural tertentu. Penyelidikan paralel yang berjalan tanpa mengganggu pelayanan publik ini menegaskan bahwa institusi semakin matang dalam mengelola konflik integritas. Publik patut memberikan apresiasi atas keberanian pimpinan Polri yang mengedepankan prinsip keterbukaan.
“Betul, diamankan. Masih pengembangan,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi Yuliyanto saat memberikan konfirmasi resmi mengenai perkara ini pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Upaya pembenahan komprehensif ini semakin solid dengan hadirnya asistensi dari jajaran Bareskrim Polri pada kasus serupa di wilayah Kutai Barat. Kehadiran tim pusat memberikan jaminan bahwa proses hukum berjalan transparan dan terbebas dari intervensi lokal yang subjektif. Kolaborasi lintas struktural ini diharapkan mempercepat pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap agenda pemberantasan narkoba.
Meskipun detail perkara AKP Yohanes masih dalam tahap pengembangan penyidik, Polda Kaltim memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai koridor hukum acara. Sikap tenang dan profesional yang ditunjukkan kepolisian menjadi teladan penting dalam menghadapi dinamika internal organisasi. Langkah bersuci ini diyakini akan melahirkan institusi Polri yang jauh lebih kuat, bersih, dan dicintai rakyat. ***




