Penghormatan untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur demi Perdamaian

Umar Hadi Utusan Tetap Indonesia untuk PBB

pancamerdeka.com — Indonesia berduka atas gugurnya tiga putra terbaik bangsa yang menjalankan misi mulia sebagai penjaga perdamaian di bawah bendera PBB di Lebanon Selatan.

Pemerintah melalui Duta Besar RI untuk PBB, Umar Hadi, dengan penuh wibawa menyatakan tuntutan keras agar dilakukan penyelidikan menyeluruh untuk menjamin keadilan bagi para korban.

Dedikasi Tak Terhingga di Tengah Konflik Lebanon

Praka Farizal Rhomadhon, Serda Rama Wahyudi, dan satu rekan lainnya telah memberikan pengabdian tertinggi dalam menjaga stabilitas keamanan global di tengah situasi perang yang memanas.

Dalam rapat darurat di New York pada Rabu, 1 April 2026, Dubes Umar Hadi menegaskan bahwa Indonesia berdiri teguh meminta akuntabilitas internasional tanpa kompromi.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pengorbanan para prajurit dalam menjalankan mandat Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 mendapatkan perlindungan hukum yang semestinya.

“Saya ingin mempertegas, kami menuntut investigasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, bukan dalih dari Israel,” tegas Duta Besar Umar Hadi pada 1 April 2026.

Inspirasi Ketegasan Diplomasi untuk Kedaulatan

Menteri Luar Negeri Sugiono telah menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus mengecam keras serangan yang terjadi di wilayah kedaulatan Lebanon tersebut.

Baca Juga :  Banjir Sumatera dan Babak Pemulihan: Saat Bantuan Korban Tak Lagi Sekadar Logistik

Sekjen PBB Antonio Guterres turut memberikan penghormatan atas keberanian personel TNI dan menekankan bahwa serangan terhadap pasukan perdamaian merupakan pelanggaran prinsip dunia.

Dukungan dari negara sahabat seperti Prancis dan Malaysia mengalir deras, memperkuat posisi Indonesia dalam menuntut transparansi penuh dari hasil investigasi UNIFIL nantinya.

“Kami meminta investigasi penuh oleh UNIFIL untuk menemukan sumber insiden ini,” ungkap Menteri Luar Negeri Sugiono dalam pernyataan resminya pada 31 Maret 2026. ***