pancamerdeka.com – Gunung Ibu erupsi kembali pada Februari 2026 dan menegaskan posisinya dalam sistem vulkanik Halmahera, Maluku Utara. Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan aktivitas gunung api ini berlangsung konsisten sepanjang awal 2026. Gunung Ibu merupakan bagian dari busur Vulkanik Halmahera yang terbentuk akibat dinamika lempeng di kawasan timur Indonesia.
Dalam catatan MAGMA Indonesia, pada Minggu (15/2/2026) pukul 14.03 WIT, erupsi menghasilkan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak atau 1.825 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur.
Pengamatan seismograf mencatat amplitudo maksimum 28 milimeter dengan durasi 65 detik. Dalam periode 00.00-23.59 WIT pada tanggal yang sama, terjadi 113 kali gempa letusan.
Bagian dari Busur Vulkanik Halmahera
Gunung Ibu berada dalam jalur busur Vulkanik Halmahera. Aktivitasnya dipicu oleh pergerakan Lempeng Laut Maluku.
Secara geologis, kawasan ini terbentuk akibat interaksi beberapa lempeng besar. Pertemuan lempeng Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia membentuk sistem gunung api aktif di wilayah tersebut.
Gunung Ibu memiliki tinggi 1.325 meter di atas permukaan laut. Lebar kawahnya sekitar 1 kilometer dengan kedalaman kurang lebih 400 meter.
Di wilayah yang sama, terdapat gunung lain seperti Gunung Gamkonora, Dukono, Tobaru, dan Todoko-ranu. Seluruhnya berada dalam konfigurasi tektonik yang saling berkaitan.
Aktivitas Vulkanik 2026 dan Konteks Regional
Sepanjang Januari 2026, Gunung Ibu telah erupsi 158 kali. Dalam sepekan terakhir hingga 15 Februari 2026, tercatat 38 kali erupsi.
Status aktivitas ditetapkan pada Level II (Waspada). PVMBG melarang aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif serta perluasan sektoral 3,5 kilometer ke arah utara.
Secara nasional, hingga pertengahan Februari 2026, MAGMA Indonesia mencatat 607 letusan gunung api. Gunung Ibu menyumbang 253 kali erupsi.
Dalam konteks regional Halmahera, data ini menunjukkan intensitas yang signifikan. Aktivitas Gunung Ibu tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari sistem vulkanik yang aktif secara tektonik.
Vulkanik Halmahera mencerminkan dinamika geologi timur Indonesia. Gunung Ibu menjadi salah satu pusat aktivitas yang terekam paling konsisten sepanjang awal tahun ini.




