pancamerdeka.com – MacBook Neo diklaim menggunakan 60 persen material daur ulang, menjadikannya MacBook dengan komposisi bahan daur ulang tertinggi yang pernah diproduksi Apple. Melalui MacBook Neo, perusahaan menegaskan arah strategi keberlanjutan yang dikaitkan dengan target netral karbon pada 2030.
Apple menyebut perangkat ini dibangun dari awal untuk menekan jejak karbon. Pendekatan tersebut tidak hanya menyentuh desain produk, tetapi juga rantai pasok dan proses produksi.
“Hadir dengan material daur ulang dalam porsi tertinggi, MacBook Neo membawa kami semakin dekat ke target karbon netral 2030,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam pengumuman resmi Apple.
Komposisi Material dan Proses Produksi
Secara faktual, MacBook Neo menggunakan 90 persen aluminium daur ulang pada keseluruhan struktur aluminium. Baterainya juga mengandung 100 persen kobalt daur ulang.
Apple menerapkan proses pembentukan material yang diklaim menggunakan 50 persen lebih sedikit aluminium dibanding metode pemesinan tradisional. Pendekatan ini dirancang untuk mengurangi limbah bahan baku.
Selain itu, 45 persen listrik yang digunakan dalam rantai pasok MacBook Neo berasal dari energi terbarukan seperti angin dan surya. Langkah ini disebut sebagai bagian dari transformasi manufaktur perusahaan.
Kemasan perangkat juga berbasis 100 persen serat kertas dan dapat didaur ulang. Standar efisiensi energi serta keamanan kimia tetap dipertahankan sesuai kebijakan internal Apple.
Arah Netral Karbon 2030
Apple menargetkan seluruh jejak operasionalnya mencapai karbon netral pada 2030. Dalam konteks tersebut, MacBook Neo diposisikan sebagai bagian dari peta jalan tersebut.
Yang kerap luput diperhatikan, klaim 60 persen material daur ulang tidak berdiri sendiri. Angka tersebut dikaitkan dengan perubahan sistemik dalam rantai pasok dan pemilihan energi produksi.
MacBook Neo tetap mempertahankan spesifikasi seperti chip A18 Pro, layar Liquid Retina 13 inci, dan baterai hingga 16 jam. Namun pada sisi lingkungan, perangkat ini menjadi representasi pendekatan baru yang menggabungkan desain, performa, dan keberlanjutan.
Melalui komposisi material dan strategi produksi tersebut, MacBook Neo ditempatkan sebagai model transisi Apple menuju lini perangkat dengan jejak karbon lebih rendah.




