Akselerasi Belanja Negara Pacu Pertumbuhan Defisit APBN Tetap Terkendali

pancamerdeka.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa defisit APBN hingga 31 Mei 2026 tercatat sebesar Rp180,4 triliun atau setara 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto di tengah kuatnya komitmen pemerataan pembangunan nasional.

Angka defisit tersebut mengalami pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di posisi Rp20,9 triliun. Kenaikan ini sejalan dengan strategi progresif pemerintah untuk menyamaratakan realisasi belanja negara sepanjang tahun.

Langkah ekspansif ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menggerakkan roda perekonomian di berbagai lini secara konsisten. Seluruh instrumen fiskal bekerja optimal untuk memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Jadi APBN kita amat aman. Yang jelas, bisa kami kendalikan karena pajak dan bea cukai ada perbaikan yang signifikan,” kata Purbaya Yudhi Sadewa di Aula Mezzanine Kemenkeu, Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

Optimisme fiskal ini didukung penuh oleh performa impresif pendapatan negara yang secara keseluruhan berhasil mengumpulkan Rp1.185 triliun. Realisasi ini mencatatkan pertumbuhan yang sangat solid sebesar 19,1 persen secara tahunan.

Baca Juga :  Stabilitas Nasional Terjaga: Sinergi BI dan Kemenkeu Kawal Rupiah

Penerimaan perpajakan menjadi pilar utama dengan capaian Rp834,4 triliun atau tumbuh bersinar hingga 22,1 persen. Di sisi lain, sektor kepabeanan dan cukai terus menunjukkan pemulihan dengan mengantongi Rp123,8 triliun.

Sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak juga menorehkan prestasi gemilang melalui pertumbuhan dua digit sebesar 19,9 persen hingga mencapai Rp226,4 triliun. Realisasi ini mengimbangi total belanja negara yang menyentuh angka Rp1.365,4 triliun.

Catatan paling menginspirasi dari laporan keuangan ini adalah posisi keseimbangan primer yang sukses mempertahankan tren surplus sebesar Rp58,6 triliun. Keberhasilan ini menegaskan bahwa pemerintah tidak perlu menerbitkan utang baru demi memenuhi kewajiban pembayaran bunga utang. ***