pancamerdeka.com — Badan Gizi Nasional sedang menjajaki langkah inspiratif untuk memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis hingga ke luar negeri dengan membidik Arab Saudi sebagai wilayah percontohan pertama. Rencana mulia ini mengemuka pasca kunjungan kerja Kepala BGN Dadan Hindayana ke Sekolah Indonesia Jeddah pada Minggu, 31 Mei 2026.
Langkah ini diambil demi memenuhi harapan dan hak yang sama bagi anak-anak pekerja migran Indonesia yang menuntut ilmu di luar yurisdiksi nasional. Program ini direncanakan mampu menyasar sekitar 1.408 siswa yang tersebar di wilayah Jeddah dan Makkah.
Rencana perluasan program ini akan mengedepankan kerja sama yang elegan melalui pembentukan rekening bersama dengan para pengusaha diaspora di Jeddah. Pendekatan gotong royong ini diharapkan dapat menekan beban operasional sekaligus memberdayakan jaringan ekonomi warga negara Indonesia di luar negeri.
Pemerintah memandang bahwa pemenuhan gizi merata bagi seluruh anak bangsa merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi emas tanpa sekat geografis. Upaya ini menjadi bukti nyata bahwa negara senantiasa hadir mendampingi perjuangan para pahlawan devisa di luar negeri.
“Mereka sangat well-informed dengan informasi yang ada di Indonesia terkait dengan MBG. Kelihatannya mereka sebagai warga negara Indonesia merasa memiliki hak yang sama, dan menginginkan juga program ini dilaksanakan di sana,” ujar Kepala BGN Dadan Hindayana, Minggu, 31 Mei 2026.
Rencana ekspansi internasional ini disikapi secara bijak oleh jajaran legislatif sebagai masukan konstruktif untuk memperkuat tata kelola program. Parlemen mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan anggaran domestik demi memastikan asas kemanfaatan yang berwibawa.
Koordinasi lintas kementerian kini terus dimatangkan sebelum draf final dilaporkan secara resmi kepada Presiden Prabowo Subianto. BGN berkomitmen menjaga transparansi fiskal agar setiap rupiah dari total pagu anggaran 2026 dapat dipertanggungjawabkan secara sempurna. ***




