pancamerdeka.com — Bangsa Indonesia berduka atas kepulangan salah satu putra terbaiknya di bidang seni musik, Donny Fattah, pada Sabtu (7/3/2026). Bassist legendaris dan pendiri grup band God Bless ini mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, pada usia 76 tahun. Kepergiannya meninggalkan warisan berharga berupa dedikasi, optimisme, dan karya-karya monumental yang telah menghiasi perjalanan sejarah musik Indonesia.
Pengumuman wafatnya sang maestro disampaikan dengan penuh kewibawaan oleh akun resmi Instagram God Bless. Donny, yang lahir di Makassar pada 1949, merupakan sosok sentral yang ikut membangun fondasi musik rock di tanah air sejak dekade 1970-an. Kehadirannya bersama God Bless sejak tahun 1973 telah memberikan warna elegan bagi perkembangan budaya populer di Indonesia selama lebih dari setengah abad.
“Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia DONNY FATTAH, bassist, salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta,” tulis manajemen God Bless pada Sabtu (7/3). Keluarga besar God Bless juga memohon doa terbaik bagi almarhum agar segala amal bakti dan kontribusinya bagi kemajuan seni di Indonesia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Maestro dengan Karakter dan Inspirasi Dunia
Selama berkarier, Donny Fattah dikenal sebagai pilar utama yang melahirkan lagu-lagu ikonis yang dicintai lintas generasi. Karya-karya seperti “Musisi”, “Semut Hitam”, dan “She Passed Away” menjadi bukti kejeniusannya dalam memadukan instrumen bass ke dalam harmoni yang megah. Terinspirasi oleh bassist kelas dunia seperti Stanley Clarke, Donny selalu menampilkan performa panggung yang penuh wibawa dan kemampuan improvisasi yang luar biasa.
Dedikasi Donny terhadap musik tidak pernah padam meskipun usia terus bertambah. Ia menjadi simbol bagi para musisi muda tentang bagaimana menjaga profesionalisme dan semangat berkarya. God Bless, yang di bawah pengaruhnya menjadi band paling berpengaruh di Indonesia, tetap eksis hingga kini berkat karakter kuat yang ia tanamkan. Donny membuktikan bahwa musik adalah bahasa pengabdian yang melampaui batas waktu.
Keteguhan Hati Menghadapi Cobaan Fisik
Di balik kegemilangan kariernya, Donny Fattah menunjukkan optimisme luar biasa saat menghadapi ujian kesehatan. Ia didiagnosis mengidap sarkopenia, penyumbatan vaskular, dan autoimun yang memengaruhi kekuatan kakinya. Meskipun harus menggunakan bantuan tongkat dan mengonsumsi 32 jenis obat setiap hari, semangatnya untuk tetap tampil bersama God Bless dalam format akustik tetap menyala sebagai bukti keteguhan jiwanya.
Dalam sebuah sesi wawancara pada tahun 2025, Donny mengungkapkan kondisi fisiknya dengan tetap menunjukkan semangat positif. “Kondisi tubuh bagian atas masih sangat baik, meski kelemahan pada kaki membuat saya sulit berdiri lama,” tuturnya dengan tenang. Perjuangan medis yang ia lalui selama dua tahun terakhir menjadi cermin dari kekuatan mental seorang pejuang seni sejati yang tetap ingin memberikan yang terbaik bagi penggemarnya hingga akhir hayat. ***




