Otoritas Pelabuhan Gilimanuk Berupaya Maksimal Urai Kemacetan Mudik Bali

kemacetan parah gilimanuk

pancamerdeka.com — Sinergi antara otoritas pelabuhan, Kepolisian, dan TNI terus diperkuat guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang melintasi Pelabuhan Gilimanuk, bali, di tengah lonjakan arus mudik.

Meskipun terjadi antrean panjang kendaraan menuju dermaga, komitmen penuh ditunjukkan oleh para petugas di lapangan untuk memastikan arus penyeberangan tetap mengalir dengan tertib dan aman.

Kenaikan volume kendaraan ini menjadi bukti antusiasme masyarakat Indonesia untuk merayakan hari kemenangan di kampung halaman, sekaligus menghormati tradisi luhur Hari Raya Nyepi yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

Dedikasi Petugas dalam Pelayanan Terpadu

Aparat keamanan telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung di sepanjang jalur menuju pelabuhan untuk membantu para pengendara yang sedang menanti giliran menyeberang.

Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, dalam pernyataannya pada Minggu (15/3/2026), menegaskan bahwa pihaknya telah menerapkan sistem penyangga atau buffer zone demi kenyamanan bersama.

“Kami sudah menerapkan sistem buffer zone untuk menampung kendaraan sebelum masuk ke pelabuhan, agar pengaturan antrean bus dan truk tidak bercampur dengan kendaraan lain,” ujar AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati.

Baca Juga :  Apresiasi untuk Tim SAR Gabungan dalam Evakuasi Tragedi Helikopter PK-CFX

Selain pengaturan lalu lintas, aksi simpatik juga ditunjukkan oleh personel TNI yang membagikan minuman gratis kepada para pengguna jalan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi fisik pemudik.

Optimalisasi Armada dan Fasilitas Penyeberangan

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara sigap menambah jumlah armada kapal yang beroperasi guna mempercepat mobilisasi penumpang menuju Pulau Jawa dengan standar keselamatan tinggi.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, memastikan pada Minggu (15/3/2026) bahwa seluruh kekuatan armada dikerahkan untuk melayani masyarakat.

“Saat ini, sebanyak 35 kapal dioperasikan secara nonstop selama 24 jam untuk melayani arus kendaraan dan penumpang dari Bali menuju Jawa,” jelas Windy Andale dengan penuh wibawa.

Langkah ini diharapkan mampu memberikan ketenangan bagi para pemudik yang ingin segera berkumpul bersama keluarga, meski harus melalui perjalanan yang cukup panjang di masa puncak mudik ini.

Pihak berwenang optimis bahwa dengan koordinasi yang solid dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, arus mudik tahun ini akan tetap berjalan lancar dan berkesan bagi semua pihak. ***

Baca Juga :  Sinergi Pemerintah Sambut Puncak Arus Balik Lebaran 2026 yang Berwibawa